(tulisan yang tercecer dari bulan Juni 2015)
Judul Asli: Sarinui Chueok
Sutradara: Bong Jon-hoo
Produser: Cha Seung-jae
Ide Cerita: Kim Kwang-rim (adaptasi buku Memories of Murder)
Penulis Skenario: Bong Jon-hoo, Shim Sung-bo
Komposer Musik: Taro Iwashiro
Sinematografi: Kim Hyung-koo
Penyunting Film: Kim Sun-min
Studio Produksi: CJ Entertainment Sidus Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Pemain: Song Kang-ho, Kim Sang-kyung, dkk.
Menarik, karena film arahan sutradara Bong Jon-hoo ini adalah satu di antara dua film Korea yang muncul di daftar 250 besar IMDb per Juni 2015 (satunya lagi adalah 'Oldboy'). Sehingga waktu saya tak sengaja menemukan filmnya di sebuah rental DVD orisinal, spontan langsung saya pinjam.
Film ini menarasikan kisah nyata pembunuhan berantai pertama yang tercatat dalam sejarah Korsel, yaitu kasus pembunuhan Hwanseong yang terjadi dalam kurun waktu tahun 1986-1991--yang, sayangnya, tidak terpecahkan hingga sekarang. Semua korbannya wanita, diperkosa sebelum dibunuh, juga disumpal dan diikat dengan pakaian dalamnya sendiri. Kasus ini ditangani oleh detektif lokal Park Doo-Man (Song Kang-Ho) bersama rekannya yang lebih suka pakai otot daripada otak. Tidak ada bukti? Palsukan saja. Tersangka tidak mau mengaku? Pukuli saja sampai mau mengaku. Jelas saja kasus ini tidak mengalami kemajuan meskipun korbannya sudah dua orang. Kemudian datanglah seorang detektif dari Seoul, Seo Tae-Yoon (Kim Sang-Kyung) yang secara sukarela ingin membantu investigasi. Berbeda dengan Park, Seo lebih mengandalkan logikanya, sehingga tim investigasi berhasil menemukan korban ketiga yang belum ditemukan sebelumnya. Namun dari situ kasus menjadi buntu. Tidak ada saksi mata, sedikit sekali bukti. Cara kerja detektif Park dan detektif Seo yang bertolak belakang juga jadi pemicu konflik tersendiri. Investigasi sulit menemukan titik terang, sementara jumlah korban terus bertambah.
Seperti film 'Titanic', meskipun penonton sudah (diberi)tahu ending-nya dari awal film, film ini tetap mampu mempresentasikan cerita yang layak ditonton. Film ini juga menampilkan berbagai macam emosi, mulai dari kekonyolan sentilan-sentilan komedi gelap dalam beberapa adegannya, hingga rasa frustrasi ketika para detektif gagal mendapatkan bukti otentik untuk menjerat tersangka utama. Tidak seperti cerita Detektif Conan di mana kasus kriminal bisa dipecahkan dalam sekejap, di sini penyelidikan kasus adalah proses yang panjang dan melelahkan. Saya merasakan hal yang mirip seperti ketika menonton 'Zodiac' (David Fincher, 2007) yang dibintangi Jake Gyllenhaal, Robert Downey Jr., dan Mark Ruffalo, yang juga mengambil tema kasus pembunuhan berantai yang tak terpecahkan. Namun, saya rasa 'Memories of Murder' memiliki kelebihan tersendiri, yaitu pesan kuat yang tersampaikan dengan baik--setidaknya menurut saya. Dari film ini saya belajar bahwa tidak semua pertanyaan dalam hidup ini bisa terjawab, dan kadangkala (atau seringkali) kebenaran tidak dapat diraih. Mampukah kita bertahan dalam hidup yang seperti itu? Hanya kita yang bisa menjawabnya.
Saya bersyukur sekali bisa menyaksikan film Asia sehebat ini.
Skor: 8,2/10
Skor: 8,2/10


Tidak ada komentar:
Posting Komentar